Bupati Resmikam Program Pelayanan KB Jangka Panjang Mow di Hari Kontrasepsi Sedunia

Muratara, Gerbangsumsel.com,- Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi sedunia dan kesatuan Gerak PKK KB Kes, Bupati Musi Rawas Utara H. Devi Suhartoni meresmikan kegiatan program pelayanan KB jangka panjang Metode Operasi Wanita (Mow) yang bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, pada Selasa 02 November 2021.

“Acara sekitar pukul:09:00 Wib dihadiri Bupati H.Devi Suhartoni, Kadis Dinkes Marlinda Sari, Direktur RSUD Rupit Dr.Ladonna, Kadis DPMD-P3A Gusti Rohmani. Kadis DPPKB Muratara Dr. Mahendra, Perwakilan TNI dan tim pegerak PKK Kabupaten Muratara.

Kadis DPPKB Muratara Dr.Mahendra dalam hasil laporanya menuturkan program Keluarga berencana ini merupakan suatu upaya dalam mengatur jumlah anak dan jarak kelahiran”Paparnya pada 02/11/2021.

“Artinya degan jumlah anak yang ideal, masyarakat bisa mengelolah kehidupan keluarganya dengan baik sehingga penggunaan kontrasepsi tidak bisa dimaknai dengan membatasi jumlah kelahiran tetapi lebih jauh lagi dimaknai secara positif untuk mengatur menata kependudukan dan untuk merencanakan keluarga melalui pendekatan siklus kehidupan manusia.

Dr.Mahendra melaporkan bahwasanya Kabupaten Muratara tahun 2021 mendapakan Dukungan Biaya Operasional dari Dana Dak BOKB untuk menunjang pelayanan KB MKIP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) sebagai berikut :
(1) Pelayanan KB Implan sebanyak 1.449 akseptor
(2). Pelayanan KB IUD sebanyak 100 akseptor
(3). Pelayanan KB MOW/Metode Operasi Wanita sebanyak 20 akseptor, dimana pelayanan akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Rupit.
Pencapaian Pelayanan KB pada Dinas DPPKB Kabupaten Musi Rawas Utara sampai dengan bulan September tahun 2021 ini sebagai berikut :
(1). Peserta KB Impian 2034 akseptor
(2). Peserta KB IUD 116 akseptor
(3). Peserta KB Metode Operasi Wanita (MOW) 4 akseptor
(4). Peserta KB Suntik 3 bulan 10.509 akseptor
(5). Peserta KB Pil 9.350
(6). Peserta KB Kondom 3.326 “Tutupnya.

Sementara Bupati H.Devi Suhartoni meminta pada hari memperingati hari kontrasepsi sedunia ,saya selaku kepala daerah kedepan inggin ada laporan dari pihak kesehatan maupun dinas DPPKB mengenai data berapa banyak masyarakat mengunakan alat Kontrasepsi dan yang tidak itu berapa saya harus tau.

Selain dinas DPPKB, Dinkes,maupun pihak rumah sakit harus terlibat membantu supaya program ini berlanjut, dengan harapan program yang ada di kabupaten muratara ini sesuai rencana demi membantu masyarakat pedesaan”Himbaunya Akhir. (AR)

_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *